-·=»‡«=·- (away-thea) -·=»‡«=·-
silakan login dulu juragan

(All-Software-Tutorial-Sharing-Edukasi)



Raka-Wiryawan-
-·=»‡«=·- (away-thea) -·=»‡«=·-

—¤÷(`[¤* (All-Software-Tutorial-Sharing-Edukasi-Music-Free Download)—¤÷(`[¤*
 
IndeksHalaman DepanCalendarFAQPencarianPendaftaranLogin
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Admin - Away-thea


https://i24.servimg.com/u/f24/13/54/40/40/th/profil10.gif

http://goo.gl/5PCt

                                     

                                     https://i74.servimg.com/u/f74/13/54/40/40/th/logo-g10.png

http://gusdurian.net/

http://komunitasamam.

wordpress.com/

http://way4x.webs.com

http://way4x.wordpress.com

Link Sumber web Forum 

Software

https://i24.servimg.com/u/f24/13/54/40/40/th/logo10.png

http://downarchive.com

https://i24.servimg.com/u/f24/13/54/40/40/th/ikc10.gif

http://ilmukomputer.org

https://i24.servimg.com/u/f24/13/54/40/40/th/emule-10.png

http://software.emule.com

http://fullrshare.com/

http://rs-catalog.com/

http://gigabitwarez.com/

http://soft-catalog.net/

http://win7dl.com

http://www.howtogeek.com

away's shared items

Berita Teknologi

Share | 
 

 Tabaruk tidak Bid'ah

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
ADMIN-Away-Thea
ADMIN-Away-Thea


Male
Age : 41
Lokasi : Bogor-Jambi- sampit kalimantan tengah
Job/hobbies : internet and browsing
Registration date : 08.02.09

PostSubyek: Tabaruk tidak Bid'ah    Mon Dec 20, 2010 4:23 am

Tabaruk tidak Bid'ah

Tabarruk
adalah mashdar (asal kata) dari tabarroka, akar kata dari albarokah.
Albarokah sendiri berarti: Ziyadatulkhoir al ilahy (tambahan kebaikan
dari Tuhan). Lalau diartikan ke bahasa kita mungkin berarti "ngalap
barokah" atau mencari keberkahan (mencari kebaikan Tuhan, red). Memang
semua tahu bahwa al fail fil haqiqoh hua Allah Subhanahu wata'ala
(pelaku sebenarnya adalah Allah), seperti dalam alquran surat al mulk
ayat satu: tabarokalladzi biyadihi almulku (maha berkah Allah Subhanahu
wata'ala...). Bagaimana kedudukan Tabarruk atau ngalap berkah dalam al
quran, hadits dan praktek dalam kehidupan sehari-hari, silahkan
disimak artikel berikut ini.






Namun
dlm bahasa 'Arab kita mengenal dua arti dari satu lafadz: Arti haqiqat
dan arti majaz. Sekarang mari kita telusuri majaz. Mungkin 40% dari
bahasa manusia terdiri dari majaz (idiom) dan kita menganggap sebagai
hal yang wajar-wajar saja. Contoh: Kyai Zaid adalah Alim. Kata alim
atau pandai pada Zaid itu majaz, sebab yang alim sebenarnya adalah
Allah Subhanahu wata'ala dan manusia siapapun orangnya adalah BODOH
sekalipun itu mujaddid.



Contoh
lagi: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pemberi petunjuk kepada
kita,itu juga majaz dan diakui oleh qur'an sendiri..."wa innaka
latahdii ilaa shirotin mustaqiim"(sungguh engkau Muhammad adalah orang
yang memberi petunjuk kepada jalan lurus). Tentu ayat ayat ini tidak
ta'arud dengan ayat "wallahu alhady ila shallallahu 'alaihi wasallam
aissabiil" Allah adalah pemberi petunjuk kepada jalan yang lurus. Sebab
ayat pertama berma'na majaz dan yang ke dua berma'na haqiqat. Adapun
pemberi petunjuk sebenarnya adalah ALLAH Subhanahu wata'ala.Sekalipun
kita tidak boleh menuduh orang sebagai MUSYRIK lantaran ia berucap
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah pemberi petunjuk, sebab
qur'an sendiri menyatakan demikian seperti di atas.


DI MANAKAH BAROKAH..?

Kita
tahu Allah Subhanahu wata'ala maha pemberi barokah. Kalau kata
albarokah kita artikan alkhoirulkatsiir (kebaikan yang banyak) seperti
apa yang terdapat di berbagai kamus Arab, maka sudah tentu letak
barokah itu terdapat di Makhluq Allah Subhanahu wata'ala, sekalipun
asalnya tentu dari Allah Subhanahu wata'ala yang maha memberkati.



Adanya
barokah yang terdapat pada makhluq Allah Subhanahu wata'ala tidak bisa
DIPUNGKIRI sebab dalam Alqur'an, Allah Subhanahu wata'ala berfirman;



Alladzi
baarokna haulahu..(al isro' ayat 1) yang kami barokahi sekelilingnya.
Tentu tidak MUSYRIK bukan jika ada orang bermukim di Makkah atau
Palestina dengan tujuan tabarruk dengan tanah yang diberkati Allah
Subhanahu wata'ala.



Dalam
ayat lain Allah Subhanahu wata'ala berfirman: inna anzalnaahu fi
lailatin mubarokah (QS. Ad dukhon ayat 3) kami turunkan alqur'an pada
malam yang penuh barokah. Tentu sangat bodoh kalau kita menganggap
bid'ah kepada orang yang tabarruk atau mencari keberkahan malam
Ramadhan atau lailatulqadr dengan beribadah, bermunajat, tadarus dan
lain-lain.


Fiman
Allah yang lain: "....Min Syajarotin mubarokatin...(annur 35) dari
pohon yang diberkahi. Maka kita tahu pohon Zaitun menjadi barokah
karena Allah Subhanahu wata'ala.


Alhasil
ma'na barokah itu banyak, dan dapat diartikan berbeda-beda sesuai
maqamnya yang pantas. Lafadz barokah bagi makhluq Allah Subhanahu
wata'ala dalam teks-teks hadits sangat banyak kita jumpai. Misalkan ada
sebuah hadits Shohih masyhur:



"Inna
filghonami la barokatan" (sungguh dalam kambing terdapat barokah) maka
jangan sekali-kali kita mengkafirkan orang islam yang memelihara
kambing karena mencari keberkahan usahanya (tabarruk) karena
menjalankan dan percaya kepada petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam, kecuali orang yang dungu saja yang beranggapan seperti itu....


Begitulah,
kalau kita telusuri lafadz barokah dari teks-teks qur'an dan hadits
banyak terdapat pada "dzat"atau materi yang mempunyai keutamaan,seperti
makanan,minuman,tempat,harta, anak-anak sesuai yang terdapat dalam
sebuah do'a yang ma'tsur: "Allahumma barik fi maalihi wa aulaadihi wa
umrihi (ya Allah berkatilah pada Hartanya,anak-anaknya dan umurnya).


Kalau
kita cermati di kitab-kitab hadits apalagi bab al ath'imah beragam
lafadz barokah dapat kita temukan baik secara eksplsit maupun implisit.
Tentunya ada perbedaan yang jelas antara barokah Allah Subhanahu
wata'ala sang Khaliq dengan barokah yang ada pada makhluqNya. Sebab
barokah sang Kholiq bersifat "dzaty" ya'ni ada dengan
sendirinya,sedangkan pada Makhluq bersifat a'rodhy atau musta'aar
(diadakan atau pinjaman).



TRADISI (sunnah) TABARRUK pada SALAFUSSHOLIH...

Tentu
sebagai kaum Ahlussunnah waljama'ah kita masyarakat pesantren, tidak
mau melakukan perbuatan yang dilarang ajaran Agama,maka dalam berbagai
hal kita mesti menteladani al-salaf al-shalih ya'ni para Shahabat,ulama
dari kalangan Tabi'ien, aimmatul Madzahib dan murid-murid mereka.
Supaya jangan terjebak di lingkaran "bid'ah munkaroh" atau bid'ah
qobihah.


Contoh bertabarruk:

1-bertabarruk dengan rambut RosuliLLAH shallallahu 'alaihi wasallam :

Dari
utsman bin Abdillah bin Mauhib dia berkata; kelurga menyuruhku untuk
mengambil wadah air ke Ummu Salamah ra, maka dia datang dengan membawa
semangkuk perak berisi rambut Rosulillah shallallahu 'alaihi wasallam
,dan adalah jika ada seseorang terkena penyakit ain atau suatu penyakit
diberikannya wadah air tadi (untuk minum), kemudian aku melihat wadah
tersebut terdapat beberapa rambut merah (HR. Al Bukhory, kitab allibas).



2.Tabarruk dengan keringat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam :

Suatu
hari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam masuk ke rumah kami dan beliau
tidur siang, kemudian ibuku (Umu Sulem) datang dengan membawa botol dan
mewadahi keringatnya dengan botol tersebut,lalu Nabi shallallahu
'alaihi wasallam terbangun dan Nabi berkata: "Sedang apa hai Ummu
Sulem?", dia menjawab; "Ini keringatmu mau kami campurkan dengan minyak
wangi." Ternyata minyak wangi tersebut paling wangi dari yang lainya
(HR. Muslim)

sumber link :

[You must be registered and logged in to see this link.]

away-thea
Kembali Ke Atas Go down
http://away-thea.forumr.biz
 
Tabaruk tidak Bid'ah
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Lampu indikator oli dan suhu tidak nyala....
» HELP TEKANAN BAN MENURUN TIDAK NORMAL
» About Lampu Sein (Lampu sein tidak berkedip..!)
» Rantai Ninja 250 tidak ada sambungannya
» Tutup tangki bensin macet / tidak bisa dibuka [merged thread]

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
-·=»‡«=·- (away-thea) -·=»‡«=·-  :: Lagu Religi-Ceramah-Islami :: Nasehat Para Kyai-
Navigasi: